Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Gunung - Tenda Inspirasi

Tenda Inspirasi

Info Pendakian dan Jalan-jalan

Post Top Ad

Cari topik di sini....

Thursday, November 19, 2015

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Gunung

Kegiatan jelajah alam mempunyai bermacam resiko yang bisa menimpa siapa saja. Dalam kegiatan di alam terbuka tentunya tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah atau halangan. Namun kesiapan diperlukan apabila suatu kali musibah menimpa kita, atau menimpa orang lain yang mengharuskan melakukan pertolongan kepada orang lain yang menjadi korban sebuah kecelakaan di gunung. Pengetahuan pertolongan pertama akan meminimalisir jumlah korban musibah di gunung.

Evakuasi korban musibah gunung Lawu

Berikut yang harus dilakukan dalam tindakan pertolongan pertama.

1. Jangan Panik
Lakukan pertolongan dengan cekatan tetapi tetap tenang. Tarik nafas kemudian berpikir dengan jernih, apa yang harus terlebih dahulu dilakukan untuk menolong korban.

2. Cari tahu penyebab dan identifikasi gejala yang terjadi pada korban.
Misalnya terdapat seorang pendaki yang pingsan, cari tau penyebab pingsan, kemudian lakukan tindakan pertolongan yang tepat berdasarkan penyebabnya.

3. Lakukan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang bisa memperburuk kondisi keadaan korban.
Salah satu musibah yang paling banyak terjadi dalam pendakian adalah kedinginan berlebihan (hipotermia). Tidak sedikit korban berujung pada kematian karena mengalami hipotermia. Langkah penanganan korban hipotermia harus dilakukan dengan segera dan dengan cara yang benar. Pertolongan berfokus pada menghangatkan tubuh korban kemudian mengembalikan suhu dalam tubuhnya untuk mencegah keadaan korban semakin memburuk. (Baca juga Pertolongan Pendaki yang Mengalami Hipotermia)

Kasus lain yang terjadi adalah musibah yang disebabkan karena pendaki mendadak mengalami sakit. Maka dari itu, setiap pendakian hukumnya wajib membawa first aid kit dan obat-obatan.

4. Pada musibah yang menimpa korban pingsan, periksa denyut nadi dan nafas korban.
Tekan pada leher bagian kanan depan, atau denyut nadi di pergelangan tangan.
Jika korban sudah tidak terdapat denyut nadi, segera cari bantuan dan lakukan tekanan pada dada (compressi) atau nafas buatan. Untuk tindakan ini harus sudah memahami bagaimana melakukan bantuan pernafasan yang benar.
(Baca juga : Tindakan Pertolongan pada Pendaki Pingsan di Gunung)

5. Pada kecelakaan gunung karena jatuh atau tertimpa sesuatu, periksa dulu keadaan korban.
Jangan memindahkan korban secara terburu-buru, sebelum diketahui tingkat keparahan cidera si korban. Akibat yang berbahaya juga akan terjadi jika tidak menguasai dengan baik teknik memindahkan korban. Apabila korban mengalami patah tulang, cara mengangkat korban harus hati-hati agar tidak menambah buruk keadaan tulang korban. Pada kasus patah tulang di kaki atau tangan, biasanya menggunakan bantuan kayu lalu dililitkan pada tangan atau kaki korban yang patah, bertujuan untuk menahan atau menjaga posisi tulang tetap dalam keadaan lurus selama dibawa dengan tandu.

Akibat buruk yang lebih serius adalah bila terjadi kasus cidera tulang belakang. Cara memindahkan korban harus sangat hati-hati dengan memegang kepala korban dan leher dengan benar. Kesalahan dalam memindahkan korban akan berakibat fatal dengan nyawa korban.

Ada beberapa prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat, yaitu :

1. Pastikan Anda tidak menjadi korban berikutnya. Seringkali karena terburu-buru berniat menolong, malah mengabaikan keselamatan diri sendiri. Ini bukannya menolong, tapi malah akan menambah jumlah korban. Sebelum menolong korban, pastikan terlebih dahulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih berpotensi membahayakan. Contohnya musibah kebakaran di gunung, atau musibah batu yang longsor. Jika medan membahayakan diri Anda, sebaiknya tunggu sampai aman untuk melakukan pertolongan. Jangan gegabah sehingga anda menjadi korban berikutnya karena terburu-buru melangkah tanpa perhitungan.

2. Pakailah metode pertolongan yang cepat namun tepat. Jangan sampai karena cara yang salah dalam pertolongan, menyebabkan korban semakin parah atau kondisi korban menjadi lebih buruk. Di samping itu, janganlah menolong karena didasari sikap sok pahlawan. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang di sekitar anda. Pergunakanlah sumber daya dan sarana yang ada, untuk mempermudah dan melakukan pertolongan dengan efisien.

3. Buatlah catatan tentang tindakan-tindakan pertolongan yang telah dilakukan. Catatan ini mungkin akan sangat berguna jika korban harus mendapat pertolongan medis lanjutan oleh pihak lain.

Selalu awali dengan doa sebelum melakukan pendakian. Selalu berhati-hati dan janganlah memaksakan diri jika kondisi badan merasakan gejala yang kurang sehat.
Kembali ke rumah dengan selamat adalah tujuan utama.. Karena gunung-gunung lain menanti untuk menjadi tujuan pendakian kita berikutnya..


Baca juga :
Post a Comment