Header Ads

Asal Usul Nama Gunung Andong Kabupaten Magelang Jawa Tengah

Di tengah semakin populernya orang yang tertarik dengan aktifitas mendaki, semakin banyak pula gunung-gunung yang menjadi populer di telinga, seperti gunung Andong ini. Berbeda dengan pada era 90 an, pendaki hanya mengenal gunung-gunung besar yang biasanya memiliki ketinggian di atas 2500 mdpl.
Tapi sekarang gunung-gunung yang notabene dianggap kecil atau bisa dibilang sebagai bukit, juga tak luput menjadi sasaran empuk untuk menanjakkan kaki bagi para pecinta ketinggian. Gunung Andong dengan ketinggian 1726 mdpl yang berada di Kabupaten Magelang berbatasan dengan Kabupaten Semarang ini pun juga masuk sebagai gunung yang populer.

Pemandangan gunung Merbabu dari puncak  gunung Andong


Gunung ini semakin dikenal banyak orang, bukan hanya di kalangan pendaki lokal tapi juga oleh traveller di luar daerah. Sekali pun banyak yang mengenal gunung Andong, tapi tidak banyak yang tau tentang asal mula gunung mungil mempesona ini.

Keelokan bukitnya yang curam

Nama gunung Andong berasal dari nama sebuah daun yang sering disebut daun andong. Daun andong dalam kepercayaan Jawa merupakan salah satu daun yang dipersyaratkan dalam acara ritual Jawa, khususnya pada acara "selametan" atau selamatan. Daun andong juga digunakan sebagai "uborampe" atau syarat dalam ritual-ritual upacara adat Jawa sebagai simbol keselamatan dan perlindungan dari "sawan" atau celaka yang bisa datang menimpa seseorang. Daun andong memiliki makna "andongoo", yaitu berdoa kepada Tuhan.

Daun andong merah yang sering dijumpai di pekarangan rumah

Gunung Andong sebelum banyak dikunjungi seperti sekarang, merupakan gunung yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Tidak sembarang orang berani mendaki gunung ini. Bahkan ada cerita bahwa orang yang naik ke gunung ini konon biasanya tidak akan kembali turun. Entah benar atau tidak cerita ini dipercaya oleh beberapa masyarakat lokal.
Gunung Andong sebenarnya merupakan tempat "semedi" atau orang yang sedang "tirakat" (melakukan ritual pribadi) untuk memohon keselamatan, kelancaran hidup, dan tujuan lain.
Hanya orang yang sedang menjalani "lakon" (ritual untuk tujuan tertentu) yang berani naik ke gunung Andong.

Ladang dan rumah penduduk dilihat dari puncak

Salah satu tempat yang menjadi tempat semedi (ritual) adalah makam Ki Joko Pekik yang ada di puncak.
Dahulu makam ini masih berupa makam lama yang hanya tertutup kelambu putih.
Mbah Ki Joko Pekik dipercaya sebagai tokoh yang dihormati oleh warga sekitar gunung Andong. (Baca juga : Makam Keramat Gunung Andong Jawa Tengah)

Selain makam, juga terdapat sebuah batu yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, Watu Pertapan, yang sering dipakai untuk berfoto pengguna instagram. Tempat ini konon sebenarnya tempat bagi sesepuh dan tokoh spiritual desa untuk melakukan ritual selama beberapa malam. Sesepuh desa ini dipercaya mampu mengobati warga yang menderita segala macam penyakit dan menyembuhkan orang yang dirasuki roh jahat.

Watu Pertapan spot foto favorit

Bersiap berfoto di Watu Pertapan

Selain itu masih banyak lagi lokasi-lokasi di gunung Andong yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, seperti watu pocong, watu wayang, atau puncak alap-alap.

Namun sekarang nuansa keramat dari gunung Andong sedikit demi sedikit berkurang. Setiap hari terutama pada akhir pekan gunung Andong sangat ramai dengan tenda.

Tenda di puncak Alap-alap, yang langsung menghadap gunung Sindoro Sumbing

Ingat ya kawan, supaya tetap menghormati kearifan lokal dan menjaga keindahan gunung Andong dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun meninggalkan coretan-coretan yang tidak perlu.

Yuk menjadi pendaki bijak, dengan menyadari bahwa ada orang lain selain kita yang juga berhak menikmati keindahan gunung Andong...


Post a Comment